BACK TO ARCHIVE

"SENA" TRADISI DI UJUNG JEMARI

Sena: Tradisi di Ujung Jemari adalah film drama sosial Indonesia produksi rumah produksi lokal Banten, Kremov Pictures, yang dirilis pada Januari 2026. Disutradarai oleh Darwin Mahesa, film ini menghadirkan kisah realistis tentang kerasnya perjuangan ekonomi generasi muda di Kota Serang, Banten.

Film ini mengisahkan Sena, seorang pemuda lulusan SMA yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan, namun terhalang oleh kondisi ekonomi keluarganya yang sulit. Dalam upaya mencari pekerjaan demi membantu keluarga dan mempertahankan masa depannya, Sena justru terjebak bekerja di sebuah resort pijat eksklusif yang menyimpan sisi gelap eksploitasi. Di tempat itu, tubuh, harga diri, dan prinsip hidupnya dipertaruhkan, memaksanya memilih antara menyerah pada keadaan atau melawan demi martabatnya.

Mengangkat isu sosial yang relevan seperti minimnya lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi, stigma sosial, dan dampak dari keputusan yang diambil dalam keterpaksaan, Sena: Tradisi di Ujung Jemari tampil sebagai film yang berani dan emosional dengan klasifikasi penonton 21+.

Dalam proyek ini, Ifan Apriyana berperan sebagai Director of Photography (DOP), bertanggung jawab atas keseluruhan visual sinematik film. Melalui pendekatan visual yang kuat, Ifan membangun atmosfer yang gelap, intim, dan penuh tekanan untuk merepresentasikan konflik batin Sena. Penggunaan framing yang sempit, pencahayaan kontras, serta tone warna yang muram memperkuat nuansa dramatis sekaligus menegaskan kritik sosial yang diangkat film ini. Sentuhan sinematografi Ifan Apriyana menjadi elemen penting dalam memperkuat emosi, tensi, dan pesan moral yang ingin disampaikan, sekaligus menunjukkan kapasitasnya sebagai sinematografer profesional dalam mengolah visual storytelling yang kuat dan berkarakter.

Film ini menjadi salah satu portofolio penting bagi Ifan Apriyana dalam bidang sinematografi, menegaskan kemampuannya dalam menerjemahkan cerita sosial menjadi pengalaman visual yang mendalam dan berkesan.